Lampung Selatan, aspirasilampung.com–SMP PGRI 1 Kalianda Lampung Selatan Untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2024-2025 menggratiskan biaya pendaftaran dan gratis antar jemput siswa.
Demikian ungkapan Kepala SMP PGRI 1 Kalianda, Dr.Untung Sunaryo, M.Pd. pada media aspirasilampung.co, kamis (12-6-2024).
“Karena kita ini sekolah swasta depan kita sekolah negeri. Mereka pakai zona, sedangkan kita tidak pakai zona karena swasta. kalau kita cuma ngambil siswa anak sekitar, kita gak bisa karena pasti lari ke zona. Oleh karena itu kami melakukan lintas jalur luar dari pada lingkungan ini . Karena kalau di sini sudah otomatis masuk zona SMPN 1 Kalianda,”jelasnya.
SMP PGRI 1 Kalianda berkomitmen untuk mencerdaskan anak bangsa. Dalam PPDB tahun ajaran baru ini, menciptakan trobosan sekolah gratis untuk anak kurang mampu.
“Kami punya program bagai mana anak bisa bersekolah. Terobosannya , saya punya prinsip di SMP PGRI 1 Kalianda ini Gratis. Oleh karena itu kepada rekan-rekan di manapun berada ajak masyarakat kita yang tidak mampu untuk bersekolah di SMP PGRI 1 Kalianda. Tidak akan pernah kami pungut biaya. Insyaallah, sampai antar jemput sekolah,”ungkapnya.
“Itu tekat SMP PGRI 1 Kalianda Karena selama ini yang namanya pendidikan gratis belum semua melakukan ini, maka dari itu saya berani memberi kebenaran bahwa gratis itu harus kita fasilitasi bahkan nanti kita antara jemput,”lanjutnya.
Namun untuk peralatan tulis, kata Untung, itu disesuaikan dengan kemampuan wali murid.
” Tapi kalau tentang perlengkapan , seperti sepatu, alat tulis dan lainya, itu kemampuan orang tua anak masing-masing . Namun kalau ada anak yang kurang mampu, mau sekolah disini maka pihak sekolah akan mengupayakan,”tegasnya.
Untuk diketahui, SMP PGRI 1 Kalianda memiliki ruang belajar sebanyak 3 kelas dengan jumlah pelajar 61 siswa untuk saat ini. Rinciannya : kelas VII ada 20 siswa, kelas VIII memiliki 21 siswa dan kelas IX berisikan 20 siswa. Dari tahun 2005, sejak dana bos ada , SMP PGRI 1 Kalianda tidak pernah pungut biaya suatu apapun dari murid.
“Jangan sampai terjadi anak warga negara indonesia tidak bersekolah dengan alasan apapun,”pungkasnya.(Red).