29.2 C
Bandar Lampung
25 September, 2021
Politik

Tindaklanjuti Putusan Bawaslu, KPU Bandar Lampung Batalkan Paslon Eva-Dedy

Dengan dalil terbukti melakukan pelanggaran administrasi terstruktur sistematis dan masif (TSM) dalam Pilwalkot Bandar Lampung tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandar Lampung resmi membatalkan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung nomor 03 Eva Dwiana-Deddy Amarullah, Jumat (8/1).

Hal tersebut tertuang dalam Keputusan KPU Kota Bandar Lampung Nomor : 007/HK.03.1-Kpt/1871/KPU-Kot/1/2021 Tentang Pembatalan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Tahun 2020, tertanggal 8 Januari 2020.

Terkait Putusan Bawaslu Lampung, Ini Kata Kuasa Hukum Paslon Eva-Deddy
Didiskualifikasi Sebagai Pemeroleh Suara Terbanyak, Eva Dwiana: Sabar Ini Cobaan
Bawaslu Lampung Diskualifikasi Paslon Eva – Deddy dalam Pilwalkot Bandar Lampung

Setidaknya ada tiga poin yang dalam SK tersebut di antaranya:

Pertama, membatalkan pasangan calon peserta pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung Tahun 2020 atas nama calon wali kota Eva Dwiana dengan calon wakil wali kota Deddy Amarullah nomor urut 3 (tiga) dari partai pengusung PDI-P, Nasdem dan Gerindra.

Kedua, dengan dibatalkannya pasangan calon nomor urut 03 Eva Dwiana-Deddy Amrullah, maka SK penetapan calon peserta Pilwalkot Bandar Lampung 2020, dan SK tentang penetapan nomor urut dan daftat peserta Pilwalkot Bandar Lampung 2020 dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.

Ketua KPU Kota Bandar Lampung Dedi Triyadi saat membacakan SK tentang pembatalan paslon nomor 03 Eva Dwiana-Deddy Amrullah sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung tahun 2020, Jumat (8/1) | Foto: Ist

Ketiga, keputusan ini berlaku mulai sejak tanggal ditetapkan, Jumat 8 Januari 2020.

Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Dedi Triyadi mengatakan bahwa dalam putusan Bawaslu Provinsi Lampung ada 3, yang salah satunya meminta KPU kota setempat membatalkan paslon nomor urut 03.

“Jadi KPU Kota Bandar Lampung memutuskan untuk menindaklanjuti membatalkan pasangan calon nomor urut 03, melalui SK Nomor 007/HK.03.1-Kpt/1871/KPU-Kot/1/2021, Tentang Pembatalan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Tahun 2020. Para pihak bisa melakukan upaya hukum banding gugatan paling lambat Selasa,” jelas Dedi Triyadi pada awak media.

KPU Bandar Lampung telah mengkaji keputusan Bawaslu provinsi Lampung dan menindaklanjuti sejak tanggal penetapan 6 Januari 2021. Pihak KPU Bandar Lampung juga telah berkonsultasi dengan KPU RI untuk menyikapi keputusan Bawaslu Provinsi Lampung.

Kuasa Hukum Siap Banding ke MA

Pasca putusan KPU Bandar Lampung membatalkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 03 Eva Dwiana-Deddy Amrullah, kuasa hukum palson 03 telah menyiapkan materi dan siap tempuh upaya hukum ke Mahkamah Agung (MA), Jumat (8/1).

“Yang jelas kita sudah siapkan materi permohonan upaya hukum ke MA untuk membatalkan keputusan KPU bandar Lampung terkait pembatalan pasangan calon klien kami,” ujar Kuasa Hukum Eva-Deddy, Juwendi Leksa Utama.

Pihaknya terlebih dahulu akan mempelajari Keputusan KPU Kota Bandar Lampung tentang pembatalan paslon Eva-Deddy.

“Kita akan pelajari keputusan KPU secara resmi, bagaimana isi keputusannya. Hukum memberikan waktu kepada kita tiga hari dalam mengajukan upaya hukum ke MA,” jelasnya.

“Kita akan pergunakan saluran hukum yang ada demi mencapai kepastian hukum bagi klien kami,” imbuhnya.

Pihaknya meminta kepada masyarakat Bandar Lampung untuk tetap tenang. “Kami minta kepada warga Bandar Lampung untuk tetap tenang, hingga ada kepastian hukum dengan menunggu keputusan mahkamah Agung,” terangnya.

Terakhir, dia mengatakan bahwa Bandar Lampung harus kondusif di tengah upaya hukum yang akan ditempuh paslon nomor urut 03.

“Bandar Lampung harus tetap kondusif, jaga persatuan dan kesatuan. Saat ini kita masih bertarung di ring selanjutnya. Suara rakyat akan tetap kita perjuangkan,” pungkasnya. (AL/kumparan.com/lampunggeh)

Berita Terkait

Potret Kedewasaan Berdemokrasi Masyarakat dalam Pilkada Bandar Lampung

AspirasiLampung

FPI Larang Markus, Bupati Bangka Barat yang Non Muslim, Mengucap Assalamu alaikum

AspirasiLampung

Ketua MPR: Demi Kokohnya Ideologi Bangsa, Pancasila Wajib Masuk Kurikulum

AspirasiLampung