29.2 C
Bandar Lampung
25 September, 2021
Politik Sosbud

PWI Lampung Kecam Sikap Arogan Walikota Bandar Lampung pada Wartawan

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung mengecam arogansi Walikota Bandar Lampung Herman HN dan siap berada di depan untuk mendampingi wartawan yang teraniaya.

Hal itu ditegaskan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, Supriyadi Alfian, di Bandar Lampung, Senin (9/11/2020).

“Jangan takut dengan ancaman, tugas kita (wartawan -red) memberitakan kejadian dan konfirmasi kepada narasumber,” kata dia.

Sikap walikota  yang mengancam saat dikonfirmasi, tambah Supriyadi Alfian, tidak dapat dibenarkan.

“Sebagai pejabat publik seharusnya memberikan contoh yang baik. Bukannya bertindak semaunya sendiri,” ujar Bang Yadi, sapaan akrab Ketua PWI Lampung.

Menurutnya, seorang pejabat memang memiliki hak untuk tidak menjawab pertanyaan wartawan, namun bukanya harus menjadi anti kritik.

“Saat dikonfirmasi oleh wartawan harusnya memberikan jawaban yang baik, bukan ditanggapi dengan pengancaman, apalagi ancaman pemecahan kepala. Itu namanya pemimpin arogan,” tegas Bang Yadi.

Sebelumnya, Walikota Bandar Lampung Herman HN marah dan mengancam akan memecahkan kepala wartawan.

Kejadian itu bermula saat beberapa wartawan mewawancarainya usai mengikuti sidang paripurna di DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (9/11/2020).

Awalnya Herman menjawab satu persatu pertanyaan wartawan dengan lancar. Hingga akhirnya, Dedi wartawan Lampung Televisi (TV) mengajukan pertanyaan menohok.

Dedi mempertanyakan sikap Herman yang terkesan membela Kepala Bappeda Khaidarmansyah yang ikut mensosialisasikan calon walikota nomor urut 03. Padahal seorang aparatur sipil negara (ASN) dilarang terlibat dalam politik.

Dedi menganggap, keterangan Khaidar saat diperiksa Bawaslu berbeda dengan keterangan saat dipanggil hearing di DPRD Bandar Lampung.

Menanggapi pertanyaan itu, Herman mengaku jika hal itu tidak perlu dipersoalkan lagi, karena Khaidar sudah dipanggil dan diperiksa Bawaslu serta Inspektorat.

“Ya beliau sudah dipanggil Inspektorat, ya itulah jawabannya, kamu jangan ngaco-ngaco lah, Lampung TV saya tau kamu jangan ngaco-ngaco berita yang benar,” katanya.

Tak puas dengan jawaban itu, Dedi kembali bertanya. Apakah karena Kepala Bappeda mendukung Eva Dwiana sehingga Herman tidak memberi sanksi?.

“Kamu jangan ngaco dengar gak, Inspektorat sudah memeriksa Bawaslu sudah meriksa. Jangan ngaco. Jangan ngaco kamu. Kamu sangka saya takut sama kamu, seenak- enaknya. Beritain lah kalau gak pecahin pala kamu, kamu belum tau saya ya. Anak setan,” kata Herman. (IS/berandainformasi)

Berita Terkait

Rycko Menoza Usung Visi “Bandar Lampung Baru” di Pilwakot 2020

AspirasiLampung

Perpres 63, 2019 Atur Kewajiban Penggunaan Bahasa Indonesia

AspirasiLampung

Antisipasi Ancaman Krisis Jumlah Petani, IPB Siapkan Program Petani Milenial

AspirasiLampung