24.5 C
Bandar Lampung
19 June, 2021
Pendidikan

Nadiem Makarim Prioritaskan Penyelarasan Kurikulum dan Peningkatan Kualitas Guru

Hari-hari awal menjabat Mendikbud, Nadiem Makarim lebih banyak maraton rapat bersama sejumlah pihak dan emoh melayani pertanyaan wartawan.

Sebelumnya, ok usai dilantik pada Rabu (23/10), ia mengatakan program 100 hari pertamanya adalah untuk mendengar para pendahulu dan berdiskusi dengan para pakar mengenai masalah di dunia pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menyampaikan sejumlah fokus yang bakal dikerjakan lima tahun ke depan di hadapan pejabat eselon I dan II, Rabu (24/10).

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Awaluddin Tjalla mengatakan di antaranya mengenai penyelarasan kurikulum pendidikan dasar, menengah dan tinggi lantaran kali ini Dikti telah di bawah Kemendikbud.

“Dengan menggabungkan [Dikti di bawah Kemendikbud] kerjanya akan lebih terintergrasi dan mengerti kebutuhan.

Misalnya soal guru, saat ini kan selesai LPTK baru diserahkan ke Kemendikbud, tapi kalau sekarang satu kesatuan kita bisa mendesain bersama guru yang bagaimana yang dibutuhkan,” jelas Awaluddin kepada CNNIndonesia.com usai mengikuti rapat bersama Menteri Nadiem, Rabu (24/10) malam.

Hal tersebut karena pada periode kedua kepemimpinan, Presiden Joko Widodo memutuskan bahwa urusan Pendidikan Tinggi (Dikti) akan berada di bawah Kemendikbud. Ini berbeda dengan kebijakan pada tahun-tahun sebelumnya ketika Dikti menjadi satu dengan badan riset.

Selain itu, Awal melanjutkan, yang juga ditekankan oleh Nadiem adalah peningkatan kualitas guru.

“Karena Pak Nadiem menyatakan yang paling penting adalah gurunya, kalau urusan tembok? Ini artifisial, tapi [penyelarasan] kurikulum sangat penting,” kata dia lagi.

Awaluddin menambahkan, kualitas guru penting dipastikan untuk menjamin penyampaikan nilai dan proses pembelajaran bagi anak didik. Sebab penerjemahan dan penyampaian kurikulum yang disusun sangat bergantung pada kapasitas guru.

“Bagaimana deliverynya, guru itu menerjemahkan, menyampaikan, menginsipirasi, berinovasi, berkreasi dengan dukungan dalam kurikulum, itu yang penting saya kira saat ini,” tutur Awaluddin.

Awaluddin menambahkan, kualitas guru penting dipastikan untuk menjamin penyampaikan nilai dan proses pembelajaran bagi anak didik. Sebab penerjemahan dan penyampaian kurikulum yang disusun sangat bergantung pada kapasitas guru.

“Bagaimana deliverynya, guru itu menerjemahkan, menyampaikan, menginsipirasi, berinovasi, berkreasi dengan dukungan dalam kurikulum, itu yang penting saya kira saat ini,” tutur Awaluddin.

Awaluddin mengatakan Kemendikbud juga bakal menyusun formula untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas guru. Ia menyebut yang bakal dilakukan di antaranya melalui perbaikan rekrutmen dan memastikan proses assesstment.

“Input yang masuk, kita tahu bagaimana rekrutmen guru begitu mudah masuk. Sehingga ketika di dalam, perlu peningkatan karena tidak sesuai dengan standar kompetensi yang dibutuhkan,” ungkap dia.

Awaluddin mengungkapkan rapat pimpinan yang dihadiri sejumlah pejabat Kemendikbud dan Dikti itu baru pertama kali digelar sehingga pembahasan pun baru sebatas awalan. Ia mengatakan Nadiem masih akan memanggil dan mendengarkan beberapa direktorat untuk memetakan permasalahan dunia pendidikan dan merumuskan penyelesaiannya. (CNNIndonesia)

Berita Terkait

Ketua MPR: Demi Kokohnya Ideologi Bangsa, Pancasila Wajib Masuk Kurikulum

AspirasiLampung

Rektor Unila: Nadiem Makarim sebagai Mendikbud, Terobosan Baru Dunia Pendidikan

AspirasiLampung

Guru Besar UPI: Kurikulum Saat ini Harus Diubah untuk Mampu Bersaing di Era 4.0

AspirasiLampung