24.1 C
Bandar Lampung
28 September, 2021
Hukum Olah Raga

Menjadi Host World Chess Cup, Arab Saudi ‘Menghalalkan Catur’

Mana yang benar dan valid berkenaan dengan permainan catur?

Dua tahun lalu, ulama tertinggi Arab Saudi, Mufti Agung Sheikh Abdulaziz Al Sheikh, menyatakan bahwa catur dilarang dalam Islam karena membuang-buang waktu dan dapat digunakan untuk berjudi, sesuatu yang tidak diizinkan dalam Islam.

Namun tampaknya saat ini Saudi tak lagi melarang olah raga tersebut.

Nampaknya, fatwa tersebut sudah direvisi. Sebagai bukti, tahun 2017 negara kaya minyak itu telah menerima negerinya menjadi tuan rumah ajang kejuaraan catur tingkat dunia FIDE (World Chess Federation). Kejuaraan dunia ini diselenggarakan di The Iconic APEX Convention Center, Riyadh, dan dibuka oleh Raja Salman bin Abdulaziz. Even ini diorganisir oleh Saudi General Sports Authority (GSA).

Kejuaraan Catur tersebut diikuti oleh para grandmaster dari 55 negara yang berkompetisi dibawah naungan organisasi Federasi Catur Dunia.

Bagi para pemain wanita tidak diwajibkan memakai hijab, tetapi disarankan untuk mengenakan pakaian warna hitam atau biru tua.

Seorang pemain asal Saudi, Afnan Hassan mengatakan, “Iya saya pemain catur dari usia muda, tapi ini untuk pertama kalinya saya ikut berlomba di kejuaraan tingkat dunia.”

Upacara pembukaan dihadiri oleh ketua GSA, CEO FIDE dan wakil presiden, dan presiden Federasi Catur Asia, Konfederasi Catur untuk Amerika, dan Federasi Catur Arab Saudi.

Sumber: moeslimchoice.com

Berita Terkait

KH. Ishomuddin: Kita Harus Bersatu Melawan Radikalisme dan Terorisme

AspirasiLampung

Teroris yang Tertangkap di Lampung Siapkan Amaliyah di Beberapa Kota

AspirasiLampung

Syah, Pasangan yang Belum Berusia 19 Tahun Dilarang Menikah

AspirasiLampung