29.2 C
Bandar Lampung
25 September, 2021
Politik Sosbud

Kyai Ma’ruf Jadi Wakil Presiden, Sarung Ngetrend di Lingkungan Istana

Hari ini menjadi Jum’at pertama bagi KH Ma’ruf Amin setelah menjabat sebagai Wakil Presiden. Dan, Ma’ruf Amin melaksanakan salat Jumat perdana di Masjid Baiturrahman, Istana Wapres, Jakarta, Jumat (25/10).

Seperti kegiatan sehari-harinya, Ketua nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengenakan sarung untuk menunaikan ibadah shalat wajib.

Tapi, kali ini bukan hanya Kyai Ma’ruf saja yang menggunakan sarung. Para staf Istana Wapres pun terlihat kompak menggunakan sarung. Terlihat ada Kepala Sekretariat Wapres Mohammad Oemar dan sejumlah staf khusus wapres.

Mengenakan sarung oleh para staf istana ini termasuk pemandangan baru. Biasanya mereka mengenakan celana panjang saat melaksanakan shalat Jumat.

Berbeda dengan wapres sebelumnya, Jusuf Kalla, Kyai Ma’ruf selama ini memang kerap menggunakan sarung.

Ia hanya mengenakan setelan formal dengan celana panjang ketika bertugas sebagai wapres. Namun dalam sidang kabinet perdana pada Kamis (23/10) kemarin, Ma’ruf kembali mengenakan setelan formal dengan sarung.

Saat Pilpres 2019, Ma’ruf pernah menyampaikan akan menyesuaikan jenis pakaian ketika menjadi wapres. Ia bersedia jika tak menggunakan sarung dalam kegiatan sehari-hari.

Sesuai aturan, pakaian formal hanya berlaku untuk upacara resmi atau acara kenegaraan.

Dalam Peraturan Presiden 71/2018 tentang Tata Pakaian dan Acara Resmi Kenegaraan disebutkan bahwa pakaian yang digunakan yakni Pakaian Sipil Lengkap (PSL), pakaian dinas, pakaian kebesaran, atau pakaian nasional.

Kehadiran Kyai Ma’ruf Amin di lingkungan istana nampaknya berdampak pada trend penggunaan sarung untuk shalat di kalangan staf istana.

Sumber: CNNIndonesia

Berita Terkait

Rycko Menoza Usung Visi “Bandar Lampung Baru” di Pilwakot 2020

AspirasiLampung

Menyongsong Hari Santri 2019, Barisan Kader Gus Dur Lampung Adakan Bakti Sosial

AspirasiLampung

Fahrul Razi, Menteri Agama di Era Reformasi dari Kalangan Militer

AspirasiLampung