24.1 C
Bandar Lampung
28 September, 2021
Teknologi

Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 dan Proses Pencariannya

Berita ini berisi kronologi lengkap dari awal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB, hingga pencarian yang masih terus berlangsung. Berita disusun menurut update terbaru yang diterima redaksi. Silakan geser ke bawah untuk mengetahui perkembangan berita dari awal.

Selasa (12/1) pukul 18.25 WIB

Tiga korban Sriwijaya Air SJ-182 kembali teridentifikasi. Mereka terkonfirmasi melalui hasil validasi empat kantong jenazah. Tiga korban baru teridentifikasi antara lain Asy Habul Yamin,Co-Pilot Fadli Satrianto, danKhasanah.Dengan teridentifkasinya tiga korban hari ini, total sudah ada empat korban yang berhasil diketahui.

Selasa (12/1) pukul 17.45 WIB

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menuturkan, dari dua bagian dalam black box, yang sudah ditemukan adalah Flight Data Recorder (FDR). Sementara cockpit voice recorder (CVR) belum ditemukan. Panglima mendapat laporan mengenai penemuan FDR sekitar pukul 16.40 WIb.

Pencarian CVR harus dilakukan tanpa petunjuk dari underwater locator beacon atau sinyal pandu untuk menemukan black box. Sebab, kedua underwater locator beacon sudah ditemukan bersamaan dengan FDR.

black box sriwijaya air ditemukan

Selasa (12/1) pukul 16.30 WIB

Tim penyelam TNI Angkatan Laut telah berhasil menemukan kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Selasa sekitar pukul 16.20 Wib.

Kotak hitam itu dimasukkan ke dalam boks dan berisi air berwarna kecokelatan, kemudian dibawa menggunakan Sea Rider oleh beberapa penyelam di antaranya Kopaska dan Dislambair.

Kotak hitam itu dibawa oleh Dansatgasla Operasi SAR Sriwijaya Air Laksamana Pertama Yayan Sofyan dan Direktur Operasional Puskopaska Kolonel Laut (P) Johan Wahyudi.

Kotak hitam (black box) adalah sekumpulan perangkat yang digunakan pada transportasi, merujuk kepada perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dalam pesawat terbang.

Selasa (12/1) pukul 11.43 WIB

Analisa KNKTSriwijaya Air tidak meledak di udara dan mesin berfungsi sebelum menghantam air. Analisa ini dari data yang sudah dikumpulkan. Pertama, data serpihan pesawat yang dikumpulkan KRI Rigel. Besaran Wreckage dengan lebar 100 meter dan panjang antara 300-400 meter. Dari besaran itu, KNKT menduga pesawat tidak meledak di udara.

KNKT juga menganalisa dari temuan Basarnas. Yakni turbin pesawat dan fan blade yang mengalami kerusakan. Kerusakan pada fan blade menunjukkan kondisi mesin masih bekerja saat mengalami benturan. Hal ini sejalan dengan dugaan pesawat masih berfungsi pada ketinggian 250 kaki.

Hal lain yang menguatkan analisa KNKT mengenai kondisi pesawat, berasal dari data Airnav Indonesia. Data yang dikumpulkan termasuk pembicaraan pilot dengan pengatur lalu lintas udara yang bertugas mengendalikan penerbangan saat pesawat mengalami kecelakaan.

Dari data itu diketahui pesawat mengudara hingga 10.900 kaki dan terus turun hingga 250 kaki. Data terekam hingga 250 kaki.

“Mengindikasikan pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data. Kami menduga mesin masih hidup sebelum membentur air,” tutupnya.

Selasa (12/1) pukul 09.30 WIB

Tim DVI RS Polri telah menerima 56 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute penerbangan Jakarta-Pontianak. Selain itu, tim DVI juga sudah menerima 58 sampel DNA dari keluarga korban. Ini diperlukan untuk mengidentifikasi jenazah korban.

Kronologi & Update Terkini Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Senin (11/1): Penumpang Pertama Terindentifikasi

Sampai hari ini didapatkan 40 kantong jenazah berisikan bagian tubuh korban Sriwijaya Air SJ-182.

Senin (11/1) pukul 17.30 WIB

Satu korban kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ-182 atas nama Okky Bisma berhasil teridentifikasi. Ini adalah korban pertama yang berhasil teridentifikasi.

Hasil ini didapat setelah tim DVI Polri mencocokkan sidik jari yang ditemukan dari bagian tubuh korban, dengan alat yang terintegrasi dengan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Dalam manifest Sriwijaya SJ-182, nama Okky ada di nomor 4. Berdasarkan data yang terekam dalam Dukcapil, Okky merupakan pria kelahiran 12 Desember 1991 dengan golongan darah O. Dia berdomisili di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ada 12 titik kesamaan yang ditemukan dari pencocokan bagian tangan kanan Okky dengan data e-KTP. Dari situ dipastikan korban tersebut adalah Okky.

Senin (11/1) pukul 17.00 WIB

Tim penyelam menemukan gaun pengantin hingga seragam pramugari Sriwijaya Air dan diangkat ke daratan dari kedalaman 17-19 meter. Pencarian memakan waktu sekitar 40 menit di bawah laut. Temuan tersebut sekitar dua mil dari Pulau Laki.

Selain itu, tim penyelam juga menemukan sejumlah pakaian yang diduga milik para penumpang pesawat Sriwijaya Air. Kemudian, terdapat juga bagian jenazah, serpihan pesawat, pelampung, uang senilai Rp250.000 dan tas berwarna merah.

panglima tni menhub ksal basarnas dan knkt periksa serpihan sriwijaya air

Senin (11/1) pukul 09.00 WIB

Hingga pukul 09.00 WIB, tim dvi telah dapat 40 sampel DNA dari keluarga korban. Terdiri dari 14 sampek di RS polri, 24 sampel dari pontianak, 1 sampel dari Jawa Timur, 1 sampel dari Sulawesi Selatan. Tim DVi juga telah menerima 16 kantong jenazah dan juga 3 kantong properti body.

Senin (11/1) pukul 08.30 WIB

Direktur Operasi Basarnas Brigadir Jendral (Mar) Razman menyebutkan, area pencarian hari ini dibagi menjadi enam sektor. Sebanyak 2.600 personel terlibat langsung maupun tidak langsung dalam operasi pencarian dan pertolongan hari ini.

Dalam operasional kegiatan hari ini, ada sekitar kapal 53 untuk pencarian. Untuk alat udara ada 13 yang standby. Sementara untuk ambulans disiagakan 12 unit.

Kronologi & Update Terkini Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Minggu (10/1): Tim SAR Temukan Serpihan Sriwijaya Air

Minggu (10/1) pukul 20.15 WIB

Kepala Basarnas, Marsdya Bagus Puruhito menjelaskan total hasil temuan sejak pagi tadi hingga petang ini. Diantaranya, potongan pesawat besar dan kecil. Kemudian, pakaian dan bagian tubuh.

“Dari kegiatan hari ini hingga pukul 19.20 WIB tadi, kita sudah mendapatkan 10 kantong berisi serpihan atau potongan dari badan pesawat. 16 bagian atau potongan besar dari pesawat, 10 kantong jenazah yang berisi bagian dari korban, dan 5 potong pakaian,” katanya di JICT, Minggu (10/1) malam.

Dia merinci. Temuan pertama pada pukul 11.23 WIB, berupa serpihan ban pesawat, pakaian anak kecil berwarna pink dan puing pesawat yang dibawa ke posko JICT. Barang itu diturunkan dari KRI KURAU TNI AL.

Selanjutnya, pada pukul 13.40 WIB, 5 kantong jenazah dan 3 kantong serpihan pesawat diantar ke posko JICT. Temuan tersebut terlihat diantar oleh speed boat Basarnas.

Berikutnya pada pukul 14.51 WIB, 4 kantong serpihan pesawat dan 2 kantong jenazah kembali dikirim ke JICT. Hasil itu diturunkan dari KRI PARANG TNI AL.

Selain itu, pada pukul 18.30 WIB, 15 potong serpihan pesawat dan 5 potong pakaian milik penumpang di antar ke JICT. Hasil itu diturunkan dari kapal KRI Tjiptadi.

Minggu (10/1) pukul 18.49 WIB

Posko Antemortem-DVI RS Polri sampai saat ini telah menerima tujuh kantong jenazah yang masing-masing berisi bagian tubuh (part body) dari hasil operasi pencarian dan evakuasi atas insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ-182. Setelah menerima tujuh kantong berisikan bagian tubuh yang diduga korban, Tim DVI melakukan identifikasi untuk mengetahui identitas.

Minggu (10/1) pukul 17.30 WIB

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah menerima beberapa barang yang diduga milik Sriwijaya Air. Tim KNKT yang berada di posko SAR JICT juga sudah menerima beberapa komponen pesawat dari Basarnas. Beberapa komponen tersebut yakni GPWS, radio altimeter, kemudian ada juga alat peluncur darurat.

Bagian-bagian pesawat yang sudah bisa diidentifikasi itu umumnya dari bagian ekor sebelah bawah. Namun, KNKT masih belum bisa memastikan apakah ekor yang sudah diserahkan ke KNKT itu ekor bagian kanan atau kiri.

Minggu (10/1) pukul 15.40 WIB

Rombongan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI, Kepala KNKT, Kepala Basarnas, selesai melakukan peninjauan langsung ke lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, diduga kuat potongan badan pesawat ada di kedalaman 23 meter. Selain itu, Panglima mengatakan, titik lokasi black box juga sudah diketahui. Sinyal dari black box Sriwijaya Air sudah dikunci untuk segera diambil.

Minggu (10/1) pukul 14.30 WIB

Tim SAR gabungan kembali menemukan serpihan pesawat dari Sriwijaya Air SJ-182 rute Pontianak-Jakarta yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Mereka juga menemukan bagian tubuh manusia yang diletakkan dalam kantong jenazah.

“Berupa 3 kantong serpihan pesawat kemudian 5 kantong adalah bagian tubuh manusia,” kata Direktur Operasional Basarnas, Brigjen (Mars) Rahman, di JICT, Jakarta Utara, Minggu (10/1).

Minggu (10/1) pukul 14.00 WIB

Kabiddokpol Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko mengungkapkan, hingga Minggu (10/1) siang, pihaknya baru menerima satu kantong jenazah berisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Minggu (10/1) pukul 11.40 WIB

Dari posko SAR JICT Tanjung Priok, ada 4 kelompok benda yang ditemukan. Serpihan kabel dengan kantong tipis. Ada pula tangga darurat diduga milik pesawat Sriwijaya Air. Dua kantong lain temuan baru. Ada pecahan ban dan serpihan tubuh pesawat. Ada pula satu helai pakaian berwarna merah muda. Diduga milik anak-anak.

Minggu (10/1) pukul 10.00 WIB

Tim Search and Rescue (SAR) menemukan dugaan serpihan bagian pesawat Sriwijaya Air dengan nomor register PK-CLC SJ 182 dengan dimensi 1-2 meter berikut potongan tubuh manusia pada Minggu pagi pukul 10.00 WIB sekitar 1,6 mil dari Pulau Lancang.

Anggota Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri menemukan sejumlah benda diduga milik penumpang pesawat Sriwijaya Air LK CLC SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Adapun benda yang ditemukan berjumlah tujuh buah.

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. Yassin Kosasih menyebut tujuh benda tersebut berupa sandal merek New Era sebelah kanan, sandal jepit, rompi biru, jaket hitam, sepatu sebelah kiri, setelah itu pembungkus paket plastik.

Temuan itu dilaporkan petugas pantau menggunakan helikopter melalui penyisiran lewat udara terhadap permukaan laut di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Benda tersebut diduga kuat sebagai properti dari penumpang pesawat yang hilang kemudian jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Minggu (10/1) pukul 09.40 WIB

Temuan diduga bagian tubuh penumpang Sriwijaya Air PK-CLC register SJ-182 ditemukan di kedalaman 17-20 meter Kepulauan Seribu. Tim penyelam dari Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut melaporkan temuan itu sekira pukul 09.40 Wib. Diduga bagian tubuh itu telah tercampur dengan beberapa potongan puing pesawat, yang terus diangkat dari bawah air.

Tim penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL menemukan serpihan pesawat dan life vest jacket penumpang Sriwijaya Air SJ-182. Kopaska menemukan pecahan dari pesawat karena terbukti ada life vest. Tim penyelam juga menemukan warna dan bagian registrasi pesawat. Pecahan Sriwijaya Air SJ182 itu ditemukan di kedalaman 23 meter.

Minggu (10/1) Pukul 09.00 WIB

Tim SAR TNI AU yang melakukan patroli udara menemukan tumpahan minyak di sekitar lokasi yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya pesawat. Mereka menduga tumpahan minyak berasal dari bahan bakar Sriwijaya SJ 182.

Minggu (10/1) Pukul 08.00 WIB

Polisi menyatakan telah menerima satu kantong jenazah berisi potongan tubuh di RS Kramat Jati. Sedangkan satu kantong lagi berisi pakaian dan barang-barang pribadi.

Minggu (10/1) pukul 03.00 WIB

KRI Rigel yang dilibatkan dalam misi pencarian SAR telah melacak sinyal yang terakhir hilang dari Pesawat Sriwijaya Air. Tim penyelam Kopaska menyelam ke lokasi.

Minggu (10/1) Dini Hari

Pihak SAR masih terus melakukan pencarian sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Sabtu (9/1): Sriwijaya Air SJ 182 Hilang Setelah 4 Menit

Sabtu (9/1) Pukul 23.55 WIB

Tim SAR Basarnas telah membawa serpihan yang diduga berasal dari pesawat Sriwijaya AIr ke Posko Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok.

Sabtu (9/1) Pukul 20.00 WIB

Pihak Sriwijaya Air menyatakan pesawat tersebut dalam keadaan baik. Delay 30 menit saat akan terbang disebabkan karena hujan deras, bukan karena pesawat rusak. Pesawat tersebut diketahui juga sudah berusia 25-26 tahun.

Sabtu (9/1) Pukul 19.00-20.00 WIB

Badan SAR Nasional dan Kementerian Perhubungan memastikan Sriwijaya Air SJ-182 jatuh. Dugaan sementara lokasi jatuh pesawat ada di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Namun Basarnas menyatakan pesawat tersebut tidak memancarkan sinyal emergency location transmitter (ELT) ketika hilang kontak pada Sabtu (9/1).

Kemenhub menyatakan jumlah manifest pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sebanyak 62 orang. Jumlah itu terdiri dari 50 penumpang dan 6 kru aktif dan 6 ekstra kru.

Presiden Jokowi meminta pencarian para korban dilakukan secara maksimal.

Sementara itu, Flight Radar24 melaporkan pesawat kehilangan di ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.

Sabtu (9/1) Pukul 18.00 WIB

TNI AL, Kepolisian dan TNI AU menyatakan telah mengerahkan sejumlah kapal, pesawat dan personel SAR untuk mencari pesawat jatuh.

Sabtu (9/1) Pukul 17.00 WIB

Bupati Kepulauan Seribu telah mendapat laporan ada pesawat yang jatuh. Dalam laporan disebutkan juga ada ledakan.
Di media sosial telah beredar foto sejumlah serpihan yang diduga bagian dari pesawat tersebut.

Tim SAR gabungan telah bergerak ke lokasi yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya pesawat.

Sabtu (9/1) Pukul 14.40 WIB

Pesawat hilang kontak setelah empat menit lepas landas. Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Sabtu (9/1) pukul 14.36 WIB

Pesawat Sriwijaya Air tujuan Pontianak yang dipiloti Kapten Afwan lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Sebelumnya, pesawat sempat menunda jadwal keberangkatan selama 30 menit. (AL/IAN/merdeka)

Berita Terkait

Aplikasi ini Bisa Membantu Kita Mengetahui Lokasi Seseorang

AspirasiLampung

Antisipasi Ancaman Krisis Jumlah Petani, IPB Siapkan Program Petani Milenial

AspirasiLampung

Jumlah Anak Masuk RSJ Akibat Kecanduan Gadget Meningkat

AspirasiLampung