24.1 C
Bandar Lampung
28 September, 2021
Politik

KNPI Lampung Minta Bawaslu Lampung Evaluasi Diri dan Tidak Tendensius

Merespon ucapan salah satu komisioner Bawaslu Lampung yang tendensius, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bandarlampung meminta Bawaslu dan jajaran mengevaluasi diri. Jangan sampai justru membuat pernyataan yang menimbulkan kegaduhan dan asumsi liar di tengah-tengah masyarakat.

Isu ini muncul, kata Ketua DPD KNPI Bandarlampung, Iqbal Ardiansyah, saat KNPI menyoroti adanya oknum Panwas Kelurahan Sukamenanti, Kecamatan Kedaton yang kedapatan menyimpan lima dus paket sembako untuk dibagikan ke masyarakat pemilih.

Namun, pihaknya justru mendengar statemen salah satu komisioner Bawaslu Lampung yang justru terdengar sumbang dan terbilang tendensius terhadap aksi yang dilakukan pihak aparat dalam menindaklanjuti adanya temuan politik uang itu.

Sehingga, pihaknya mempertanyakan kredibilitas Komisioner Bawaslu Lampung Ade Asya’ari yang membuat statement bila Camat, Lurah, RT dan Linmas hebat lantaran turut menggerebek gudang sembako yang disinyalir untuk dijadikan politik transaksional.

“Bukan kah Bawaslu sendiri yang pernah menyatakan meminta masyarakat dan semua pihak untuk berpartisipasi mencegah praktik politik uang, karena keterbatasan perangkat yang dimiliki Bawaslu,” katanya, Rabu (16/9).

Bung Iqbal -sapaannya- menegaskan Bawaslu merupakan elemen penting penyelenggaraan Pemilu yang bertugas mengawasi setiap tahapan pilkada dan menindak pelanggar aturan.

“Apa jadinya jika ucapan salah satu anggotanya justru menimbulkan multi tafsir dari berbagai pihak. Pernyataan ini kan justru berpotensi menimbulkan kegaduhan karena bisa menyebabkan munculnya asumsi-asumsi liar,” tegasnya.

Iqbal menilai insiden ini harusnya menjadi koreksi bukan sebaliknya ada pertentangan. “Artinya kan ada krisis kepercayaan,” imbuhnya.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, Pemerintah tidak ingin Pilkada 2020 justru menjadi sarana penularan virus di masyarakat.

“Ini harus dibedakan dan antara sosialisasi dan pencegahan Covid-19. Makanya kami selalu bilang harusnya penyelenggara membuat aturan yang jelas tentang sosialisasi pilkada pada saat pandemi Covid-19 ini,” jelasnya. (al/rls/apr/yud/radarlampung)

Berita Terkait

Makruf Abidin, Tokoh Ormas Lamtim, Siap Maju dalam Pilkada Lamtim

AspirasiLampung

PWI Lampung Kecam Sikap Arogan Walikota Bandar Lampung pada Wartawan

AspirasiLampung

7 Kylie Jenner Hairstyles You’ve Probably Forgotten About

AspirasiLampung