30 C
Bandar Lampung
16 June, 2021
Agama Sosbud

Karena Sengketa Tanah, Dua Keluarga di Tanjungharapan, Margatiga, Bersumpah Pocong

Dua keluarga di Lampung Timur, keluarga Jailani dan keluarga M Sanusi melakukan sumpah pocong. Mereka melakukan sumpah ini karena saling mengklaim bahwa sebuah bidang tanah di desa tersebut adalah milik mereka.

Bukannya memproses masalah sengketa itu ke proses hukum positif dengan mengadukan masalah ke polisi atau mengecek keaslian kepemilikan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN), Jailani dan Sanusi, penduduk Desa Tanjungharapan, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur, itu justru menempuh cara tidak lazim: sumpah pocong.

Bukan hanya Jailani dan Sanusi seorang yang ikut disumpang pocong. Orang yang masih menjadi anggota keluarga juga ikut sumpah pocong.

“Keduanya sama-sama ngotot dan saling mengklaim sebidang tanah sehingga mereka melakukan sumpah poncong ini,” kata Rahmat, warga Tanjungharapan, Rabu (9/10/2019).

Sumpah pocong yang dipimpin seorang ustadz dari Jakarta dan dihadiri puluhan warga. Sebelum sumpah pocong dilakukan, beberapa orang terlihat membentangkan tikar di lantai masjid. Kemudian seseorang tampak menyobek kain kafan dan ditaruh di atas tikar.

Tak lama kemudian seseorang yang berperan sebagai panitia memanggil wakil dari dua pihak yang bersengketa untuk bersiap-siap menjalani sumpah pocong.

Tak lama kemudian, Jailani dan Sanusi pun maju dan berbaring terlentang di atas kain kafan dan siap dibungkus seperti layaknya mayat. Tiga anggota keluarga Jailani turut terlentang di samping Jailani, tanpa dibungkus kain kafan. Begitu juga Sanusi, dua anggota keluarganya tidur terlentang di samping Sanusi untuk mengikuti sumpah pocong.

Seorang ustadz kemudian memimpin prosesi sumpah pocong, sedangkan semua warga yang hadir bertindak sebagai saksi.

Sumpah pocong itu ditempuh oleh dua keluarga tersebut yang sudah lama berseteru karena masalah tanah seluas 1,5 hektare. Tanah itu terkena Proyek Bendungan Margatiga dan mendapatkan ganti rugi dari pemerintah. Masalah ganti rugi inilah yang membuat mereka tidak ada yang mau mengalah bahwa sebidang tanah seluas 1,5 adalah milik mereka.

Berbagai literatur menyebutkan, sumpah pocong tidak dikenal dalam Islam. Bahkan banyak ulama yang menyebutkan bahwa sumpah pocing haram hukumnya dan termasuk perbuatan syirik.

Sumber: TerasLamoung.com

Berita Terkait

Kader IMM Lampung Timur Siap Jadi Garda Depan Dakwah Muhammadiyah

AspirasiLampung

Al Azhar dan Kementrian Agama Mesir Ternyata sudah Lama Melarang Cadar

AspirasiLampung

Meski Dikenal Romantis, Ustadz Somad Ternyata Ceraikan Istrinya

AspirasiLampung