Bisnis Ekonomi

Disdagin Kota Bandung Gelar Export Mentoring untuk Pelaku UKM

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung menggelar Program Mentoring Go Export untuk UKM yang diikuti oleh 61 peserta pelaku usaha di kota Bandung , di Ballroom Hotel Fox Harris Lite Bandung, Rabu (16/3/2022).

Disdagin menghadirkan pemateri-pemateri berpengalaman dalam bidangnya, seperti Eriklex Donald dari EKSPOR 5.0, Nico F Pattinasari dari UKMHub dan Mashuri Damas dari English Solution Center (ESC), untuk memberikan paparan pengetahuan teknis yang berkaitan dengan ekspor.

Usai pemaparan materi, program mentoring dilanjutkan dengan virtual International B2B Trade Forum atau Business Matching dengan potential buyers dari Bangladesh.

Eriklex Donald dengan materi “Strategi Penetrasi Pasar Asia Selatan” mengajak para peserta untuk menyadari bahwa di kawasan Asia Selatan ini komoditas ekspor dari Indonesia sangat diminati. Pasar Bangladesh, misalnya, adalah pasar potensial untuk ekspor lemak dan minyak nabati, garam, pakaian, atau kapas.

“Bangladesh membuka pasar seluas-luasnya untuk produk-produk Indonesia. Banyak sekali komoditas kita yang bisa kita ekspor ke negeri ini. Untuk itu, setelah pemaparan ini, kita akan lanjutkan sesi kita dengan business matching agar output program ini konkrit,” ungkap Eriklex.

Sementara itu, Nico F Pattinasari yang membahas tentang “Brand Management untuk UKM berorientasi Ekspor” menegaskan bahwa para pelaku UKM perlu memahami pentingnya sebuah brand untuk mendukung memasarkan sebuah produk. Brand yang mencakup logo, warna dan slogan merupakan identitas yang melekat dan berfungsi sebagai pembeda antar satu produk dengan lainnya.

“Brand itu sangat penting untuk memenangkan pasar, apalagi untuk menembus pasar ekspor. Untuk itu sebuah brand harus dipersiapkan secara matang, baik desain dan warnanya. Yang harus diingat dalam membuat brand adalah simplicity dan uniqueness agar mudah diingat oleh pasar” urai Nico.

Untuk melengkapi kesiapan para pelaku UKM untuk Go Export, Mashuri Damas mengajarkan kepada peserta bagaimana berkomunikasi dalam Bahasa Inggris melalui surat dengan calon buyer. Dengan materi “Business Correspondence”, Damas mengingatkan bahwa penulisan surat yang baik dan benar sangat penting karena hal ini merepresentasikan profesionalitas sebuah bisnis.

“Dalam menulis surat berbahasa Inggris, kita harus paham benar hal-hal seperti letter style, letter format, tanda baca, pilihan kosa kata yang pas dan tata bahasa yang benar. Salah sedikit saja akan bisa membuat calon buyer menjudge ketidakprofesionalan kita,” kata Damas.

Business Matching

Untuk diketahui, para pelaku usaha yang menjadi peserta Program Mentoring Go Export ini adalah mereka yang memiliki produk berorientasi ekspor yang sudah dikurasi oleh tim Disdagin. Saat sesi Business Matching, ke 61 peserta tersebut dipertemukan dengan 55 pengusaha yang tergabung dalam Dhaka Chambers of Commerce and Industry dan Cittagong Women Chambers of Commerce and Industry.

Business Matching yang dilaksanakan secara virtual melalui zoom tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Ir. Hj. Elly Wasliah.

“Virtual Business Matching yang kita laksanakan hari ini adalah kiat alternatif untuk menyiasati promosi dagang yang tidak bisa dilaksanakan di luar negeri akibat masih terus berlanjutnya pandemi Covid-19,” kata Ir. Hj. Elly Wasliah dalam sambutannya.

Pertemuan bisnis atau business matching tersebut akan ditindaklanjuti dengan pengiriman sample dan kegiatan lainnya yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak agar terjadi transaksi dagang antara pelaku usaha di Indonesia dan Bangladesh. (IS/al/Ril)

Berita Terkait

7 Kylie Jenner Hairstyles You’ve Probably Forgotten About

Aspirasi Lampung

6 Helpful Tips For Growing Out Your Hair Without Losing Your Mind

Aspirasi Lampung

The Ultimate List of Hair Care Tips for Autumn from Beauty Experts

Aspirasi Lampung