30.2 C
Bandar Lampung
4 August, 2021
Lampung Tengah Umum

Batu Meteor Jatuh Timpa Atap Rumah Warga Astomulyo Punggur

Warga di sejumlah wilayah di Lampung mengaku mendengar dentuman. Terkait peristiwa itu, atap rumah warga di Lampung Tengah rusak akibat tertimpa batu yang diduga meteorit.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (28/1) malam. Kepolisian mengecek kabar meteorit jatuh memecahkan atap rumah Kamtini di Dusun 5 Asfomulyo, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.

“Memang ada batu di sana, sampai genteng pecah. Persis seperti di video yang disampaikan warga,” kata Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro saat dihubungi, Jumat (29/1/2021).

Sejumlah peneliti bidang studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengecek langsung batu diduga meteorit yang jatuh menimpa rumah warga di Lampung. Mereka memastikan batu itu berasal dari luar angkasa.

Para peneliti itu turun langsung ke lokasi kejadian yaitu Desa Astomulyo Dusun 5 Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Ada alasan yang membuat para peneliti yakin batu itu meteorit.

“Kita telah melihat batu yang jatuh ke rumah warga dan benar adanya batu tersebut adalah batu meteor sebab ada unsur logam di sana,” ujar Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAK) Itera, Robiatul Muztaba, seperti dilansir Antara, Sabtu (30/1/2021).

Ia menjelaskan diketahuinya unsur logam dalam batu tersebut setelah dilakukan uji dengan menggunakan magnet. Sampel meteorit itu lalu dibawa ke laboratorium.

“Kita tadi sudah uji menggunakan magnet dan benar meteor, untuk mengetahui unsur dan partikel lebih mendalam dari batu tersebut kita telah ambil sampel untuk dibawa ke laboratorium dengan memakan waktu sekitar seminggu pengujian,” katanya.

Menurutnya, pengujian mendalam dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan radioaktif yang ada dalam batu.

“Kandungan radioaktif akan kita teliti jangan sampai ada penyalahgunaan salah satunya dikonsumsi oleh masyarakat, dan Desa Astomulyo ini sangat beruntung karena mengalami fenomena jatuhnya meteor,” ujarnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh salah seorang dosen teknik geologi yang tergabung dalam peneliti Itera, Danni Gathot Harbowo.

“Menurut penuturan warga batu sempat dalam keadaan panas 15 menit usai ditemukan, jadi imbauan bagi masyarakat bila mengalami fenomena tersebut diharapkan jangan panik dan segera melaporkan ke peneliti terdekat,” ujar Danni.

Ia mengatakan hal tersebut dilakukan untuk menghindari adanya efek tertentu akibat radioaktif yang ada dalam batu meteor.

“Batu harus kita lihat ada radioaktif atau tidak agar nanti diberi penanganan khusus, untuk batu meteor tersebut terlihat ada sisi warna hitam akibat pembakaran dan ada kandungan hidrat yang teroksidasi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, warga Lampung sempat dihebohkan dengan bunyi dentuman. Terkait peristiwa itu, atap rumah warga di Lampung Selatan rusak akibat tertimpa batu meteorit. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (28/1) malam

“Memang ada batu di sana, sampai genteng pecah. Persis seperti di video yang disampaikan warga,” kata Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro saat dihubungi, Jumat (29/1/2021).

Dari gambar yang beredar, tampak batu tersebut berbentuk memanjang dan memiliki diameter terbesar sekitar 15-20 cm. Tampak batu tersebut menghitam di beberapa sisinya. (AL/detik)

Berita Terkait

1.6 Juta PNS tidak Cakap Kerja, Pemerintah akan Rekrut yang Profesional

AspirasiLampung

Great Giant Foods Lampung Adakan Lomba Jurnalistik & Vlog Berhadiah Rp53.5 Juta

AspirasiLampung

Gubernur Arinal: Segera Dibuka Penerbangan Langsung Lampung – Jeddah

AspirasiLampung