30 C
Bandar Lampung
16 June, 2021
Agama Hukum Sosbud

Alumni Annuqayah Tunjukkan Kitab Referensi Ceramah Gus Muwafiq Nabi Rembes

Ustadz Ahmad Fauzan Rofiq, jebolan atau alumni Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, membedah ceramah kontroversial KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq secara ilmiah.

Magister pendidikan tersebut menguatkan betapa isi ceramah Gus Muwafiq yang dipermasalahkan ternyata memang benar dan ada dasarnya.

“Namun beliau tetap minta maaf sebagai wujud kerendahhatiannya. Kita meributkan soal agama, karena kebodohan kita sendiri, ilmu kita dangkal, ngajinya baru tarikh terjemahan, tapi berani menghakimi kiai,” sesal Ustadz Fauzan Rofiq, Selasa (3/12).

Menurutnya, ada tiga narasi yang dianggap kontroversial dari ceramah Gus Muwafiq. Pertama, Nabi lahir biasa saja, tidak mengeluarkan sinar.

“Faktanya,  dalam kitab-kitab sirah memang tidak ada keterangan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir sembari mengeluarkan sinar, yang terjadi sebenarnya adalah keadaan langit saat kelahiran beliau sangat terang benderang penuh cahaya. Referensinya ada pada kitab An-Ni’mat al-Kubro alal Alam,” ungkap Ustadz Fauzan Rofiq.

Kedua, tubuh Nabi saat masih kanak-kanak mrembes dan degil. Itu memang kondisi umum anak-anak pada masa itu.

“Referensinya adalah kitab Ar-Rahiq al-Makhtum. Di dalamnya terurai secara gamblang,” ungkapnya.

Tiga, Nabi tidak begitu terurus ketika diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Maksudnya adalah kasih sayang dan pelayanan kakek tentu tidak sehebat kasih sayang dan pelayanan orang tua sendiri.

“Jadi, bukan lantas dipahami terlantar, dan ini ada referensinya yaitu kitab Al-Kamil fi al-Tarikh,” ungkap Ustadz Fauzan Rofiq.

Selanjutnya, Nabi Muhammad saat usia tujuh tahun masih dirawat kakeknya. Mata beliau terkena penyakit (rembes).

Setelah kakeknya wafat, dirawat pamannya bernama Abu Thalib sebagaimana referensi kitab Nurul Absor fi Manaqibil Baitiun Nabiyil Mukhtar.

“Kesimpulannya adalah isi ceramah Gus Muwafiq tidak salah, apalagi dikatakan menistakan Rasulullah,” jelasnya.

Diterangkan, Gus Muwafiq hanya berusaha menjelaskan dengan bahasa yang sederhana dan membumi di tempat ceramah saat itu di daerah Purwodadi Jawa Tengah,

“Namun karena akhlakul karimahnya yang tinggi, beliau tetap minta maaf. Semoga Gus Muwafiq selalu dalam lindungan Allah, amin,” pungkas Ustadz Fauzan Rofiq.

Kontributor: Hairul Anam
Editor: Syaifullah

Sumber: NU Jatim.or.id

Berita Terkait

Gubernur Arinal Siap Rekrut Sarjana Cumlaude untuk Menduduki Jabatan di Pemprov

AspirasiLampung

Kemenag Siap Kerahkan 45 ribu Penyuluh untuk Tangkal Radikalisme

AspirasiLampung

Di Universitas Al Azhar Mesir, Bahasa Indonesia Kini Resmi Jadi Bahasa Kedua

AspirasiLampung