29.2 C
Bandar Lampung
25 September, 2021
Hukum

Aga, Mahasiswa UNILA yang Tewas Saat Diksar, Diduga Dikeroyok Panitia

Sebanyak limabelas anggota panitia Diksar (pendidikan dasar) UKM Cakrawala diduga mengeroyok Aga Trias Tahta (19), mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP Unila, saat mengikuti diksar UKM tersebut.

Sebagaimana diberitakan di berbagai media, Aga Trias Tahta meninggal dunia saat mengikuti diksar UKM pecinta alam Cakrawala pada Minggu (29/9/2019) di Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. Aga diketahui sempat pingsan saat mengikuti diksar.

Selain menyebabkan Aga tewas, diksar itu juga membuat dua orang peserta lain masuk rumah sakit dan dirawat intensif.

Kasus ini juga membuat pihak Dekanat FISIP Unila membekukan UKM Cakrawala sampai waktu yang belum ditentukan. Saat ini, ketujuhbelas tersangka telah ditahan di Mapolres Pesawaran.

Dugaan pengeroyokan ini dinyatakan dengan dikenakannya 15 orang dari 17 tersangka kasus diksar berujung maut dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan/atau Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.

“15 orang dijerat Pasal 170 dan atau Pasal 351 KUHPidana, karena menyebabkan kematian,” kata Direktur Ditkrimum Polda Lampung Kombes Barly Ramadhani, Rabu (9/10/2019).

Ancaman pasal ini jika menyebabkan seseorang meninggal dunia adalah pidana penjara paling lama 12 tahun.

Sedangkan dua orang lainnya, kata Barly, dikenakan Pasal 359 KUHP dan/atau Pasal 360 KUHP.

“Barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun,” kata dia.

Sumber: Kompas.com

Berita Terkait

Syah, Pasangan yang Belum Berusia 19 Tahun Dilarang Menikah

AspirasiLampung

Ratapan Para Perempuan Korban Cukong Dibujuk Nikahi Warga Cina

AspirasiLampung

Agar Tercipta Ekosistem Islam Modern, Yenny Dirikan Islamic Law Firm

AspirasiLampung