AspirasiRakyat.com
Pesisir Barat – Rahma Farm yang berlokasi di Pekon Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, terus berinovasi dalam pengembangan ayam kampung pedaging. Terbaru, mereka meluncurkan varian Black Permud 3 (BP3) yang diklaim mampu tumbuh lebih cepat dan hemat pakan dibanding ayam kampung biasa.
BP3 merupakan hasil persilangan ayam jantan “Garuda” dengan betina BP2. Varian ini difokuskan untuk dijadikan indukan dalam menghasilkan Day Old Chick (DOC) berkualitas, dengan produktivitas telur mencapai 300–400 butir per tahun. Keunggulan ini dinilai dapat membantu peternak memenuhi permintaan pasar daging ayam kampung sekaligus produksi telur.
Rahma Farm saat ini menyediakan berbagai produk unggas, di antaranya:
Telur tetas ayam Black Permud
DOC & calon indukan Black Permud
DOC ayam pedaging Jofer
DOC KUB2
Tak hanya menjual bibit, Rahma Farm juga aktif memberikan pendampingan dan mentoring kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ingin mengembangkan usaha peternakan ayam kampung pedaging.
Pemilik Rahma Farm, Bripka Zico Ariando, anggota Polri yang berdinas di Polres Pesisir Barat, mengatakan bahwa pengembangan BP3 merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa.
“Kami ingin membantu peternak lokal mendapatkan bibit ayam unggul, cepat tumbuh, dan produktif. Harapannya usaha ini bisa menggerakkan roda perekonomian desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Zico kepada AsprsiLampng.com Pesisir Barat, Sabtu (09/08/2025).
Dengan adanya inovasi BP3, Rahma Farm bertekad menjadi mitra strategis bagi peternak dan BUMDes, sekaligus memperkenalkan potensi Pesisir Barat di sektor peternakan unggas.(Marni).



